Pelatihan Kewirausahaan SMK

Pelatihan Kewirausahaan SMK – PT Pertamina (Persero), yang disediakan kewirausahaan di kalangan siswa sekolah kejuruan (SMK) mobil. Tujuannya adalah bagi siswa untuk berwirausaha di dunia otomotif. Pembekalan dilakukan oleh PT Pertamina Lubricants, anak perusahaan Pertamina, yang mengelola pelumas otomotif perusahaan dan tingkat nasional dan internasional industri.

M. Ferri Setiawan Siswa SMK Islam Terpadu (IT) Smart Informatika Solo mempraktikan tutorial membongkar pasang laptop di car free day (CFD) Jl. Slamet Riyadi, Solo, Minggu (5/2). Praktik bongkar pasang laptop tersebut merupakan rangkaian acara sosialisasi penerimaan peserta didik baru.

pelatihan lokakarya dan kewirausahaan bagi pekerja produktif muda di Indonesia Gresik dan Lamongan berlangsung per unit produksi Gresik (PUG) dalam program “program mahasiswa Enduro (ESP), hanya beberapa minggu. ESP adalah program bersama penciptaan nilai (VSC), bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), yang dirancang oleh PT Pertamina Lubricants 2016. Program ini serangkaian sesi pelatihan dan semangat usaha mandiri, terutama dalam dunia roda dua lokakarya bagi siswa yang dipilih dari berbagai profesional keunggulan otomotif. Ini adalah kedua diluncurkan ESP sebelumnya pertama di Cilacap Cilacap per unit produksi (PUC).

ESP di Cilacap ditandai seorang pengusaha muda baru yang mulai lima lokakarya baru di Cilacap. Dalam kedua ESP dimaksudkan untuk menciptakan independen baru lokakarya Gresik dan Lamongan dan mampu terus semangat belajar dan pengusaha muda.

Manager Produksi Gresik PT Pertamina Lubricants Ardianto Yus mengatakan dunia otomotif dan lokakarya adalah arteri dan darah pertumbuhan industri pelumas di Indonesia. Sebagai produsen nasional pelumas, peran mekanik bengkel khususnya, telah memberikan manfaat luar biasa bagi konsumen, pertumbuhan ekonomi dan otonomi.

Pertamina Pelumas percaya bahwa pengembangan keterampilan dan kepentingan pekerja muda yang produktif sangat penting untuk mempromosikan pelumas ekonomi dan industri masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

“Kami telah melihat keberhasilan ESP di Cilacap dan harus kita terapkan di Gresik dan Lamongan. Kami melihat potensi besar di sini. Kami sangat bangga dan berterima kasih kepada berbagai mitra, termasuk pemerintah daerah, BLKI Lamongan, serta workshop dari mitra kami yang sama-sama ingin program ini sukses dan melahirkan generasi baru di bidang revisi”, kata Yus. (*)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *